Hari Ini Gubernur Aceh dan Mendagri Dijadwalkan Rapat Bareng di Setneg

19 Jun 2025 | Penulis: onenews

Hari Ini Gubernur Aceh dan Mendagri Dijadwalkan Rapat Bareng di Setneg

PACMANNEWS.COM, JAKARTA – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dijadwalkan akan menghadiri rapat bersama sejumlah pejabat pemerintah pusat di Sekretariat Negara (Setneg), Jakarta, Selasa (17/6/2025) pukul 13.30 WIB.

Sumber Tribunnews di Istana menyebutkan bahwa rapat tersebut juga akan dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

“Teragenda akan ada rapat bersama di Setneg, pukul 13.30 WIB,” ujar sumber itu saat dikonfirmasi Tribunnews, Selasa (17/6/2025).

Namun, sumber itu menyebut tidak ada jadwal pertemuan khusus antara Mendagri dan Gubernur Aceh pada hari ini.

Hal yang pasti, keduanya akan menghadiri rapat bersama di Setneg.

“(Gubernur Aceh) Bertemu khusus dengan Mendagri tidak ada jadwal,” ujar Benny.

Namun demikian belum bisa dipastikan siapa saja peserta rapat bersama yang hadir pada hari ini.

Termasuk, apakah Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution turut hadir.

Meskipun belum diketahui agenda pertemuan, namun disebut-sebut akan dibahas soal polemik 4 Pulau Aceh-Sumut. 

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau PCO Hasan Nasbi buka suara soal isu yang menyebutkan bahwa sengketa empat pulau antara Aceh dan Sumatera Utara terkait dengan cadangan minyak dan gas bumi yang terkandung di dalamnya.

Ia mengatakan bahwa terkait dengan sumber daya alam Migas di empat pulau tersebut masih memerlukan riset.

"Itu kan perlu riset, perlu ada data selama ini kita belum punya informasi dan data soal ini," kata Hasan di Kantor PCO, Jakarta, Senin (16/6/2026).

Selain itu Hasan juga enggan mengomentari soal tudingan bahwa empat pulau tersebut masuk ke Sumatera Utara untuk kepentingan Presiden Ketujuh Joko Widodo ke-RI lantaran Gubernur Sumatera Bobby Nasution adalah menantu Jokowi. Menurut Hasan, spekulasi liar semacam itu tidak perlu dijawab.

Hasan mengatakan bahwa penyelesaian sengketa empat pulau antara Aceh dan Sumut diambil oleh Presiden Prabowo Subianto karena adanya perbedaan aspirasi dari dua provinsi tersebut.

 


Komentar