Jakarta: EDGNEX Data Centers by DAMAC, perusahaan infrastruktur digital global asal Dubai, mengumumkan investasi masif sebesar USD2,3 miliar untuk pembangunan pusat data generasi baru di Jakarta.
Proyek yang diumumkan pada 18 Juni 2025 ini merupakan fasilitas kedua EDGNEX di Indonesia dan akan menjadi salah satu pusat data dengan fokus pada Artificial Intelligence (AI) terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Pembangunan ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan infrastruktur digital dan memenuhi lonjakan permintaan komputasi AI di Indonesia.
Pusat data unggulan ini dirancang dengan kapasitas tambahan di masa mendatang sebesar 144 MW dan akan dilengkapi dengan rak AI berdensitas tinggi, sebuah teknologi yang krusial untuk menangani beban kerja AI modern.
Pembangunan dilakukan setelah proses akuisisi lahan yang rampung pada Maret lalu, dan kini telah memasuki tahap awal konstruksi. Fase pertama dari proyek ini dijadwalkan akan siap beroperasi pada bulan Desember 2026.
Langkah ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pasar pusat data di Indonesia yang diperkirakan akan mencapai 2.110 MW pada tahun 2030 dengan CAGR sebesar 16,73%.
Investasi tersebut menegaskan komitmen EDGNEX untuk mendukung transformasi digital di Indonesia, terutama dalam transisi menuju ekonomi berbasis AI. Hussain Sajwani, pendiri DAMAC Group, menyatakan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis perusahaan di Asia Tenggara.
“Ini adalah pembangunan kedua kami di Indonesia, yang semakin menegaskan komitmen kami untuk menjembatani kesenjangan digital di pasar yang sedang berkembang pesat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” ujar Hussain Sajwani.
“Kami bangga membangun salah satu pusat data paling canggih dan berkelanjutan di kawasan ini, yang dirancang untuk mendukung gelombang inovasi dan pertumbuhan digital berikutnya,” imbuhnya.
“Dengan meningkatnya skala beban kerja AI, kebutuhan akan infrastruktur generasi baru yang lebih kuat dan efisien pun tumbuh, dan proyek ini merupakan bagian dari komitmen besar kami di Asia Tenggara, di mana kami telah menginvestasikan lebih dari USD 3 miliar untuk pengembangan infrastruktur digital,” jelas Hussain Sajwani.
Selain berfokus pada performa, pusat data ini juga menargetkan Power Usage Effectiveness (PUE) sebesar 1,32, yang akan meningkatkan efisiensi energi secara signifikan dan sejalan dengan standar keberlanjutan global EDGNEX.
EDGNEX adalah perusahaan infrastruktur digital global yang didirikan pada tahun 2021 dan merupakan anak usaha dari DAMAC Group, sebuah konglomerat yang berkantor pusat di Dubai.
Perusahaan ini secara proaktif membangun dan mengakuisisi pusat data untuk memenuhi gelombang permintaan di masa depan. Hingga kini, EDGNEX telah beroperasi di 11 negara dengan proyeksi kapasitas global mencapai lebih dari 4.000 MW.
Sebelum proyek AI ini, EDGNEX telah lebih dulu mengumumkan pembangunan pusat data pertamanya di kawasan MT Haryono, Jakarta, pada tahun 2024. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas terencana sebesar 19,2 MW dan dirancang untuk melayani penyedia layanan cloud dan node edge.
Fase pertama dijadwalkan rampung pada kuartal ketiga tahun 2026. Secara keseluruhan, EDGNEX menargetkan kapasitas operasional lebih dari 300 MW di Asia Tenggara dalam beberapa tahun mendatang.
EDGNEX Investasi USD2,3 Miliar untuk Pusat Data AI di Jakarta
19 Jun 2025 | Penulis: Fastnews

Komentar
Berita Lainnya
- Viral! Nama Remaja Kalteng Hanya āCā, Ini Makna di Baliknya
- Waduh! Negara-negara dengan IQ Terendah di Dunia, Indonesia Ikut Masuk?
- Heboh! Demi Diogo Jota, Liverpool Resmi Pensiunkan Nomor 20
- Atlet PON Nangis! Gubernur Riau Pilih Beri Rp 20 Juta ke Bocah Viral Aura Farming
- Santai Banget! Dilaporkan Ahmad Dhani, Lita Gading Balas Sindir Lewat IG & Banjir Pujian!