Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin yang terdaftar di AS mencatat arus masuk bersih sekitar US$9 miliar dalam lima minggu terakhir, sementara dana yang didukung emas mengalami arus keluar lebih dari US$2,8 miliar, menurut Bloomberg.
Hal ini menunjukkan pergeseran minat investor dari emas sebagai aset safe-haven tradisional ke Bitcoin (BTC) yang mulai diakui sebagai penyimpan nilai dan diversifikasi portofolio.
Meskipun harga emas tahun ini naik hampir 30% dan mengungguli Bitcoin yang hanya naik sekitar 4%, minat institusional terhadap Bitcoin terus meningkat. iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menarik hampir US$7 miliar dana baru di 2025, melampaui SPDR Gold Trust (GLD), dana emas terbesar dunia sebesar US$6,5 miliar.
Para analis memandang tren ini sebagai tanda kepercayaan jangka panjang institusi terhadap Bitcoin. Mereka memperkirakan dalam 3–5 tahun ke depan, aset yang dikelola ETF Bitcoin dapat melampaui tiga kali lipat dari dana emas, didorong oleh permintaan institusional dan kepercayaan pasar yang terus tumbuh.
Perbedaan ini juga mencerminkan perubahan strategi investor yang mulai melihat Bitcoin sebagai alternatif modern untuk lindung nilai dan pertumbuhan, meski volatilitasnya lebih tinggi dibandingkan emas yang lebih stabil.
Secara keseluruhan, meskipun emas masih unggul dari sisi performa harga, ETF Bitcoin kini menjadi pilihan utama bagi investor institusional yang mencari peluang pertumbuhan jangka panjang dan diversifikasi portofolio