MARA Holdings, perusahaan penambangan Bitcoin (BTC) asal Amerika Serikat (AS), mencatat rekor penadapatan tahunan dari penambangan Bitcoin sebesar US$752 juta. Kenaikan ini terjadi setelah Bitcoin sendiri mencapai all-time-high sebesar US$111.900 pada Jumat (23/05) pekan lalu.
Data CryptoQuant menunjukkan hari itu mengjadi hari paling menguntungkan sepanjang sejarah MARA.
“Pendapatan on-chain terlihat secara langsung, tidak perlu menunggu laporan kuartalan,” tulis CEO CryptoQuant Ki Young Ju melalui unggahan di X, Selasa (27/05).
Meski produksi Bitcoin MARA turun 19% secara tahunan karena dampak halving pada April 2024, perusahaan tetap memperbesar kepemilikan BTC-nya.
Sebagai informasi, hingga 27 Mei, MARA menguasai 48.237 BTC senilai lebih dari US$5,28 miliar, menjadikannya pemegang Bitcoin korporat terbesar kedua di dunia.
Dengan kapitalisasi pasar sebesar US$5,18 miliar, MARA kini menjadi perusahaan penambangan Bitcoin publik terbesar di dunia.
Di sisi lain, Peneliti CryptoQuant Axel Adler mencatat meskipun pendapatan harian penambang rata-rata masih di angka US$50 juta, masih ada peluang untuk kembali ke puncak pendapatan US$80 juta seperti sebelumnya.
Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).