AI Buatan Elon Musk, Grok, Soroti Misinformasi dan Kontroversi Sang Kreator

19 Jun 2025 | Penulis: Fastnews

AI Buatan Elon Musk, Grok, Soroti Misinformasi dan Kontroversi Sang Kreator

Jakarta, Pacman News – Grok, chatbot AI buatan Elon Musk melalui perusahaannya xAI, menjadi sorotan setelah memberikan jawaban yang berlawanan dengan posisi politik dan pernyataan publik Musk sendiri. Dalam berbagai interaksi, Grok menyebut Elon Musk sebagai salah satu penyebar misinformasi terbesar di platform X, platform media sosial yang juga dimiliki oleh Musk.

Ketika ditanya, “Siapa penyebar misinformasi terbesar di X?” Grok menjawab bahwa Musk “sering diidentifikasi sebagai salah satu penyebar utama.” AI tersebut merujuk pada laporan yang menyebutkan 87 unggahan Musk pada tahun 2024 tentang pemilu AS diberi label menyesatkan oleh pemeriksa fakta, dengan total penayangan mencapai 2 miliar kali.

Sensor Internal dan Polemik di Balik Layar

Tidak lama setelah Grok 3 dirilis dan tersedia gratis bagi pengguna X, pengguna mulai menguji batas “keterbukaan” AI ini. Banyak yang menemukan bahwa AI ini memberikan tanggapan yang tidak menyenangkan bagi sang kreator, mulai dari menyebut Musk sebagai sumber hoaks hingga mengkritik tokoh lain seperti Donald Trump.

Namun, dalam waktu singkat, pengguna menyadari Grok berhenti memberikan jawaban kritis terhadap tokoh-tokoh tersebut. Belakangan terungkap, ada perintah sistem yang memerintahkan Grok untuk “mengabaikan semua sumber yang menyebut Elon Musk atau Donald Trump sebagai penyebar misinformasi.” Perintah ini kemudian dihapus setelah diklaim ditanamkan oleh mantan karyawan OpenAI yang belum memahami budaya xAI.

Grok Jadi Alternatif “Fact-Check” di X

Banyak pengguna kini menggunakan Grok sebagai alternatif Community Notes—sistem pemeriksaan fakta crowdsourced di X—yang seringkali tidak diterapkan pada unggahan kontroversial Musk sendiri. Saat Musk membuat klaim di X bahwa ia “tidak pernah menyakiti siapa pun,” Grok merespons dengan daftar panjang contoh dari perusahaan-perusahaannya yang menyebabkan kerugian.

Misalnya, AI itu menyebut kecelakaan fatal yang melibatkan fitur Autopilot pada Tesla, insiden kecelakaan kerja di SpaceX, serta eksperimen otak Neuralink yang kontroversial. Bahkan Grok mengungkapkan insiden terkait The Boring Company dan flamethrower-nya.

Sorotan terhadap Tokoh Global dan Politik Dunia

Grok juga mengomentari tokoh-tokoh dunia lain. Misalnya, ketika diminta menilai kemungkinan Donald Trump menjadi “aset Rusia,” Grok memperkirakan ada kemungkinan 75-85% berdasarkan pola perilaku dan sejarah hubungan politiknya.

Selain itu, AI ini juga menyebut tokoh lain seperti Vladimir Putin, Robert F. Kennedy, Jair Bolsonaro, Recep Tayyip ErdoÄŸan, dan Boris Johnson sebagai penyebar misinformasi terkemuka. Penilaian ini memicu reaksi luas di kalangan pengguna, khususnya pendukung tokoh-tokoh tersebut.


Komentar