150 Ribu Warga Israel Terdampar di Luar Negeri: Rawan Diincar Iran, Penyelamatan Belum Dilakukan

19 Jun 2025 | Penulis: onenews

150 Ribu Warga Israel Terdampar di Luar Negeri: Rawan Diincar Iran, Penyelamatan Belum Dilakukan

PACMANNEWS.COM - Sekitar 150.000 warga Israel dilaporkan terdampar di luar negeri karena perang Tel Aviv terhadap Iran.

Israel juga masih melakukan penutupan semua penerbangan yang disebabkan oleh serangan rudal balasan Iran terhadap Israel.

 

Situasi ini membuat ratusan ribu warga Israel itu terjabak dalam kerawanan menjadi sasaran serangan dari pihak Iran.

"Pihak berwenang Israel telah meluncurkan rencana pemulangan yang juga melarang warga Israel meninggalkan negara itu," kata laporan TC, dikutip Rabu (18/6/2025). 

Hanya, penerbangan penyelamatan dan pemulangan warga Israel di luar negri diperkirakan tidak akan dimulai sebelum 19 Juni paling cepat.

Rencana baru telah diluncurkan oleh Kementerian Transportasi Israel dan Otoritas Penerbangan Sipil untuk membawa pulang warga Israel. 

"Operasi untuk memulangkan warga negara Israel yang tinggal di luar negeri mungkin akan dimulai menjelang akhir minggu ini, dan mungkin tidak sampai awal minggu depan. Kami masih mempelajari musuh, polanya, untuk memahami ritual ancaman tersebut," kata CEO Israir, Uri Sirkis.

Maskapai penerbangan Israel mencatat, setelah pemerintah dan lembaga pertahanan negara zionis pendudukan itu menyetujui penerbangan penyelamatan, penerbangan tersebut dapat dipesan secara daring. 

“Penerbangan ini hanya akan dioperasikan untuk warga negara Israel yang kembali dan warga negara Israel [atau penumpang lainnya] tidak akan diizinkan meninggalkan negara ini pada tahap ini,” tambah CEO tersebut. 

Makan Waktu Berminggu-minggu
Menteri Perhubungan Israel  Miri Regev  juga mengonfirmasi rencana tersebut, yang dijuluki Operasi Pengembalian Aman, dalam sebuah pengarahan, dengan mengatakan kepada warga Israel, “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”

Namun, rencana tersebut menuai kritik.

Oz Berlowitz, CEO maskapai Arkia, mengatakan, "Dengan kondisi seperti ini, pemulangan semua warga Israel bisa memakan waktu berminggu-minggu atau bahkan lebih lama," dan menyebutnya "jauh dari solusi nyata untuk situasi ini."

Arkia kemudian mengatakan pihaknya sedang menyiapkan jadwal penerbangan repatriasi khusus.

 

 

 

 

 

 


Komentar