Kecepatan Solana Bertemu Keamanan Bitcoin: Presale Layer-2 Bitcoin Hyper Tembus $1,3 M (Rp21 Miliar) dalam Waktu Kurang dari 2 Minggu

18 Jun 2025 | Penulis: Fastnews

Kecepatan Solana Bertemu Keamanan Bitcoin: Presale Layer-2 Bitcoin Hyper Tembus $1,3 M (Rp21 Miliar) dalam Waktu Kurang dari 2 Minggu

Dalam waktu kurang dari dua minggu, proyek Layer-2 pertama yang benar-benar dibangun di atas jaringan Bitcoin (BTC) — Bitcoin Hyper (HYPER) — telah sukses mengumpulkan dana sebesar $1,3 juta atau sekitar Rp21,14 miliar (dengan kurs Rp16.265 per USD) dalam tahap pendanaan awal. Presale token ini langsung menarik perhatian besar dan terus mengalami lonjakan minat dari investor.

Tepat seminggu yang lalu, seorang whale diketahui melakukan pembelian besar senilai $55.000 atau sekitar Rp894 juta. Aksi ini diduga kuat sebagai respons terhadap strategi proyek yang menggabungkan kekuatan eksekusi Solana dengan sistem keamanan Bitcoin, yang kini menjadi kombinasi menarik dan mulai banyak diminati investor.

Selama ini, Bitcoin dikenal sebagai jaringan yang sangat aman tapi lambat. Namun, citra tersebut tampaknya mulai bergeser. Lewat kehadiran Bitcoin Hyper, jaringan blockchain paling bernilai di dunia ini berpotensi menjelma dari sekadar alat pembayaran terdesentralisasi menjadi “komputer dunia” generasi terbaru yang jauh lebih bertenaga — dengan dorongan dari lapisan eksekusi Solana.

Bagi para investor yang percaya bahwa Bitcoin seharusnya bisa melakukan lebih dari sekadar menyimpan nilai, dan siap mendukung masa depan yang lebih cepat dan fungsional, saat ini adalah momen terbaik untuk ikut bergabung di tahap awal.

Saat ini, token HYPER dapat dibeli di harga $0.011925 atau sekitar Rp194 per token. Namun harga ini hanya berlaku untuk 19 jam ke depan sebelum naik ke tahap presale berikutnya.

Apa Itu Bitcoin Hyper?

Bitcoin masih menjadi blockchain paling terdesentralisasi di dunia, dengan hampir 22.000 node penuh (full nodes) yang dapat diakses publik tersebar di berbagai negara. Jumlah ini bahkan belum termasuk ribuan node tambahan yang berjalan secara privat di balik firewall atau melalui jaringan Tor.

Tingkat desentralisasi inilah yang menjadikan Bitcoin sebagai jaringan paling aman di dunia crypto. Sistem ini juga menggunakan bahasa scripting yang sangat minimal dan sengaja dibatasi fungsinya. Hal ini mencegah munculnya smart contract yang dapat menyebabkan crash pada node atau membebani sistem, sehingga membuat Bitcoin tetap stabil, tangguh, dan nyaris mustahil untuk ditembus.

Namun, kesederhanaan tersebut menimbulkan keterbatasan. Tanpa dukungan smart contract, Bitcoin tidak bisa digunakan seperti komputer virtual — tidak mampu menjalankan dApps, DeFi, atau NFT seperti yang dilakukan oleh Ethereum dan Solana.

Beberapa solusi Layer-2 awal seperti Stacks (STX) dan Rootstock (RSK) mencoba menjembatani keterbatasan ini dengan menghadirkan NFT dan protokol DeFi berbasis Bitcoin. Tapi keduanya masih terkendala kecepatan transaksi, performa yang terbatas, serta pengalaman developer yang kurang mulus.

Solusinya kini hadir melalui Bitcoin Hyper.

Berbeda dari pendekatan sebelumnya, Bitcoin Hyper mengadopsi Solana Virtual Machine (SVM) — salah satu engine blockchain tercepat dan paling terbukti keandalannya saat ini.

Dengan kecepatan teoretis lebih dari 65.000 transaksi per detik (tps), SVM jauh mengungguli Visa dengan klaim 24.000 tps dan Mastercard dengan 5.000 tps. Engine ini juga telah menjadi tulang punggung dari salah satu ekosistem crypto paling aktif saat ini.


Komentar