Israel menyerang Iran, tidak banyak yang tahu, di Iran ada ribuan orang di komunitas Yahudi Iran yang telah menganggap negara Iran sebagai rumah mereka selama berabad-abad.
Menurut perkiraan, ada sekitar 17.000 hingga 25.000 orang Yahudi Iran yang sebagian besar tinggal di kota-kota besar seperti ibu kota Teheran serta Isfahan, Shiraz, Hamedan, dan Tabriz. Namun, jumlah sebenarnya bisa lebih tinggi.
Setelah Israel, Iran memiliki jumlah penganut agama Yahudi terbesar di Timur Tengah.
Parlemen Iran, yang disebut Majlis, memiliki satu kursi khusus untuk komunitas Yahudi.
Di Isfahan, salah satu sinagoge paling terkemuka di kota itu terletak di sebelah masjid bernama Al Aqsa, dan di Teheran terdapat setidaknya 50 sinagoge yang tersebar di seluruh kota.
Komunitas Yahudi juga mengelola sebuah rumah sakit di Teheran yang melayani semua pasien tanpa memandang afiliasi agama mereka.
Hubungan Yahudi dengan negara tersebut sudah terjalin sejak 2.700 tahun yang lalu, Younes Hamami Lalehzar, seorang rabi senior di Sinagoge Abrishami di Teheran, pernah mengatakan kepada saya dalam sebuah wawancara.
Dipercayai bahwa tokoh pahlawan wanita Yahudi, Esther, dan pamannya, Mordechai, dimakamkan di kota Hamedan di bagian barat.
Menurut teks Alkitab Yahudi, Esther menikah dengan raja Persia, Xerxes.
Dalam sejarah terkini, negara Iran memberikan tempat berlindung yang aman bagi orang-orang Yahudi yang melarikan diri dari Inkuisisi Spanyol.
Selama amukan pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler di Eropa, orang-orang Yahudi Polandia mencari perlindungan di Iran.
Namun, ada pula periode kerusuhan, seperti pemaksaan pindah agama orang Yahudi ke Islam selama era Safavid dan Qajar, serta migrasi ribuan orang Yahudi Iran ke AS dan Israel setelah revolusi Islam 1979.