GENIUS Act Akan Sahkan Stablecoin, Ancaman Baru bagi Bank Kecil?

18 Jun 2025 | Penulis: Fastnews

GENIUS Act Akan Sahkan Stablecoin, Ancaman Baru bagi Bank Kecil?

Pacmannews – Anggota senat Amerika Serikat bersiap untuk mengesahkan GENIUS Act, yang merupakan rancangan undang-undang yang akan menjadi landasan hukum resmi pertama untuk penerbitan dan dukungan aset stablecoin. Aturan ini akan mengizinkan perusahaan stablecoin menyimpan dolar di bank, membeli obligasi pemerintah Amerika, atau meminjam dana seperti yang dilakukan reksa dana pasar uang.

Melansir dari cryptopolitan, tujuan utama dari UU ini adalah mengatur sektor stablecoin yang tumbuh dengan cepat dan mulai menggerus fungsi tradisional fungsi perbankan. Namun di balik niat baik tersebut, ada perubahan mendasar yang bisa menggeser resiko dari konsumen ke bank, terutama bank-bank kecil.

Ketika seseorang mencetak stablecoin dengan dolar sungguhan, dana tersebut tidak ‘hilang’. Ia pindah ke rekening bank, surat utang negara atau instrumen pasar uang seperti repurchase agreement.

Masalahnya bukan soal uang yang keluar dari sistem, tapi bagaimana uang itu berpindah dari rekening kecil yang di asuransikan ke rekening jumbo yang tidak terlindungi. Stabilitas uang ritel berubah menjadi likuiditas korporat yang bisa menguap saat panik melanda.

Analis JPMorgan menyebut stablecoin sebagai versi digital dari reksa dana pasar uang. Dana tidak lenyap, tapi berpindah ke entitas lain. Masalahnya, menurut ECB ketika penerbit stablecoin menarik dana dari bank, maka hal tersebut akan mengubah simpanan ritel yang stabil menjadi simpanan besar yang rentan.

Artinya, bank akan makin bergantung pada sumber dana jangka pendek yang bisa hilang kapan saja. Dan ini bukan teori semata, kejadian nyaris kolaps pada Maret 2023 menjadi buktinya.

Pada Maret 2023, Circle (penerbit USDC) mencoba menarik lebih dari US$ 3 miliar dari Silicon Valley Bank (SVB) saat bank itu limbung. Transfer tak selesai sebelum FDIC mengambil alih, dan USDC sempat kehilangan peg-nya terhadap dolar. Harga USDC jatuh di bawah US$ 1 di berbagai bursa.

Pemulihan hanya terjadi setelah regulator turun tangan dan menjamin seluruh simpanan SVB, termasuk yang tak diasuransikan.

Circle kemudian mengubah strategi cadangannya, dengan menempatkan mayoritas dana di bank besar seperit JPMorgan, Citigroup dan Wells Fargo. Bank-bank ini dianggap cukup kuat karena diwajibkan menyimpan aset likuid tinggi.

Tapi bank kecil tidak punya kemewahan itu. Jika stablecoin makin digunakan sebagai alat transaksi dan tabungan jangka pendek, bank kecil akan kehilangan sumber dana intinya, yakni deposito ritel yang diasuransikan. Kelebihan mereka berubah menjadi titik lemah.

Kini, sejumlah bank besar Amerika bahkan berdiskusi untuk menerbitkan stablecoin sendiri. Jika ini terjadi, bukan cuma dana cadangan yang pindah ke bank dasar, mereka juga akan menguasai sirkulasi uang digital itu sendiri. Dampaknya bisa sangat besar bagi kompetisi antar-bank.

Sementara itu, ekosistem stablecoin berkembang cepat. Orang bisa menghasilkan imbal hasil hanya dengan memegang token dolar, bahkan tanpa lewat bank. Pasar Treasury tokenized juga mulai tumbuh, membuat masyarakat bisa langsung mengakses surat utang pemerintah tanpa membuka rekening bank tradisional.

Ini semua menambah tekanan ke bank. Mereka harus menaikkan suku bunga deposito untuk bersaing, yang justru memotong margin laba mereka sendiri.


Komentar